Halo Game of Throne lovers...
Aku mau sharing tentang Life Lesson yang diajarkan oleh Cercie Lannister, istri dari Robber Baratheon, kekasih dari saudara laki-laki kandungnya, Jaime Lannister.
Aku percaya bahwa pembelajaran dan sign / clue untuk kita untuk naik level, ada di mana saja, bahkan di tempat yang paling konyol sekalipun.
Oke kita langsung masuk ke pembahasan ya...
Pada season 5, episode 3, Cercie Lannnister menemui High Sparrow karena telah melakukan penghinaan kepada High Septonnnya di King's Landing yang rusak moral. Mereka sedang berdiskusi tentang agama dan moral. Lalu Cercie mengatakan:
"The faith and the crown are the two pillars that hold up this world. If one collapses, so does the other."
"Iman dan tahta adalah dua pilar yang menopang dunia ini. Jika salah satunya runtuh, yang lainnya juga akan runtuh."
Tahta yang dimaksud oleh Cercie adalah kekuasaan & kerajaan di ibu kota, King's Landing. Dengan kata lain, negara / nation. Pada zaman dahulu, manusia percaya bahwa agama dan negara itu saling teringtegrasi dan menjaga kestabilan kehidupan. Namun, di zaman yang modern ini, kita mulai memisahkan agama dari urusan negara, sehingga agama terlihat jadi tidak realistik dan terkesan hanya ritual, padahal agama adalah tuntunan kehidupan yang damai dan teratur.
Menurut ajaran Nabi Muhammad SAW, agama dan negara memiliki hubungan yang saling mendukung. Dalam pandangan Islam, agama tidak hanya mengatur aspek spiritual, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, dan politik. Nabi Muhammad SAW mencontohkan hal ini ketika beliau membangun negara Madinah. Dalam Piagam Madinah, yang dianggap sebagai konstitusi pertama, Nabi Muhammad SAW menegaskan prinsip-prinsip yang mengatur hubungan antarwarga negara, termasuk hak-hak dan kewajiban mereka, yang berlandaskan pada nilai-nilai agama.
Agama Memperkuat Negara:
Keadilan: Agama Islam mengajarkan keadilan, yang merupakan dasar penting dalam pemerintahan. Negara yang adil akan mendapat dukungan dari rakyatnya, sehingga stabilitas negara dapat terjaga.
Etika dan Moral: Ajaran Islam menekankan pentingnya etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kepemimpinan dan pemerintahan. Pemimpin yang memiliki integritas moral akan lebih dipercaya dan dihormati oleh rakyat.
Perdamaian dan Kesejahteraan: Agama mengajarkan perdamaian dan kesejahteraan, yang merupakan tujuan penting dari sebuah negara. Islam mendorong terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera, yang pada gilirannya memperkuat negara.
Negara Memperkuat Agama:
Kebebasan Beribadah: Negara yang memberikan kebebasan beribadah dan melindungi hak-hak agama akan memungkinkan masyarakat untuk menjalankan ajaran agamanya dengan damai.
Dukungan Infrastruktur: Negara yang stabil dan kuat dapat menyediakan infrastruktur yang mendukung kegiatan keagamaan, seperti pembangunan masjid, sekolah, dan fasilitas sosial lainnya.
Penerapan Hukum yang Tidak Bertentangan dengan Agama: Dalam konteks negara yang menerapkan hukum agama, hal-hal yang sejalan dengan semua cita-cita kitab suci secara universal, peri kemanusiaan dan peri keadilan menjadi landasan dalam perundang-undangan negara, sehingga agama secara langsung memperkuat tatanan negara.
Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologi dasar yang menjiwai seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila, dengan lima sila yang mencakup Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, memiliki banyak kesamaan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Piagam Madinah.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa:
Kesamaan: Seperti dalam sila pertama Pancasila, Piagam Madinah juga mengakui pentingnya keyakinan kepada Tuhan. Piagam Madinah menyatukan berbagai komunitas yang berbeda agama di bawah satu perjanjian, dengan menghormati keyakinan masing-masing komunitas. Dalam konteks Indonesia, sila pertama menunjukkan pengakuan terhadap eksistensi Tuhan dan pentingnya agama dalam kehidupan bangsa.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:
Kesamaan: Piagam Madinah menekankan pentingnya keadilan dan kemanusiaan dalam hubungan antarwarga. Ajaran Islam yang diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW menekankan keadilan sosial dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Sila kedua Pancasila menegaskan pentingnya memperlakukan sesama manusia dengan adil dan bermartabat, yang selaras dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dalam Piagam Madinah.
3. Persatuan Indonesia:
Kesamaan: Piagam Madinah mempersatukan berbagai suku dan agama di Madinah di bawah satu perjanjian, membentuk suatu kesatuan masyarakat yang saling mendukung dan melindungi. Sila ketiga Pancasila menekankan persatuan bangsa Indonesia, meskipun terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya, yang mencerminkan semangat persatuan yang juga ada dalam Piagam Madinah.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:
Kesamaan: Piagam Madinah menetapkan sistem musyawarah dan kesepakatan bersama dalam mengambil keputusan penting, yang diambil secara adil dan melibatkan semua pihak. Ini sejalan dengan sila keempat Pancasila, yang menekankan pentingnya musyawarah dan demokrasi dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan rakyat.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:
Kesamaan: Piagam Madinah menegaskan pentingnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap hak-hak seluruh masyarakat, tanpa diskriminasi. Sila kelima Pancasila mengedepankan keadilan sosial sebagai fondasi kesejahteraan bersama, memastikan bahwa semua rakyat Indonesia mendapatkan perlakuan yang adil dan setara.
Pancasila dan Piagam Madinah sama-sama mengedepankan nilai-nilai yang penting untuk membangun masyarakat yang adil, sejahtera, dan bersatu. Kedua dokumen ini mengajarkan pentingnya kebersamaan, keadilan, dan penghormatan terhadap keragaman. Dalam konteks Indonesia, Pancasila sebagai ideologi negara tidak hanya selaras dengan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Islam, tetapi juga mencerminkan semangat universal yang sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat yang harmonis dan damai.



Komentar
Posting Komentar